KEUNIKAN BUDAYA YANG ADA DIDESA SADE  & NASKAH KUNO YANG MASIH DIGUNAKAN
OLEH: HALIMATUN SAKDIAH
TUGAS : FILOLOGI
As wr wb
Selamat membaca buat kalian yang ingin mengetahui sejarah yang ada di Lombok khususnya di Lombok bagian selatan.  Sy disini ingin menceritakan sedikit pengalaman kemarin saat pergi observasi bersama teman-teman, yaitu pada tepatnya disebuah desa yang berada di kabupaten Lombok tengangah, kecamatan pujut, desa sade. Sade yang memiliki arti obat/sadar bukan semata-mata tempat wisata. Tetapi tempat tinggal dengan kebudayaan atau adat istiadat dari peninggalan nenek moyang. Ini adalah pengalam pertama sy bersama teman-teman kampus untuk observasi langsung kelapangan didesa yang masih sangat kental dengan adat istiadatnya. Singkat cerita saya buat  perjalanan kita sampai di desa sade memakan waktu lumayan lama yaitu 1 jam lebih dari mataram sampai tujuan, sy juga sempat berhenti ditengah-tengah perjalanan, yaitu dikecamatan batujai karna teman-teman yng lain juga sudah lumayan capek. Lanjut perjalanan kita disuguhi dengan pemandangan yang begitu panas dan sangat membuat kita kaget, karna disepanjang jalan kita lihat sawah,perpohonan dan beberapa sungai kering, hampir tidak ada air. Tapi kalo buat kalian yang senang dengan sanset,foto-foto ala instagram cocok kalian kesana.


Sesampai dikawasan desa sade kita langsung disambut oleh pemandu local yang tidak lain adalah orang sana, sebelum kita masuk menelusuri desa itu kita dijelaskan tentang adat istiadatnya,asal usul desa sade dan masih banyak tentang budaya yang belum kita ketahui dari desa itu. Banyak memang kebudayaan yang tidak kita ketahui sebelum kesana. Untuk itu dari sana banyak sejarah dan kebudayaan yang kita pelajari.
Isi cerita Kawasan desa sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah.
Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya. Didesa ini penduduknya masih memiliki tradisi yang unik dan masih kental dengan tradisi nenek moyangnya, yang dapat dilihat dari bentuk rumah yang mash khas sasak jaman dulu sampai sekarang,




Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. “Sekarang sebagian dari kami sudah bikin plester semen dulu, baru kemudian kami olesi kotoran kerbau,†kata ibu penjual suvenir yang saya tanyai.
Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk. Bayangkan saja, kotoran itu tidak dicampur apa pun kecuali sedikit air. Tapi saat saya masuk ke rumah, tak ada bekas bau yang tercium. Ah, bagi saya, orang Sasak Sade memang jenius!.
System kekerabatan yang masih kental, serta masih mempunyai adat tersendiri dan rumah-rumah penduduk dibangun dengan bahan dasar bamboo dengan atap dari daun alang-alang yang mampu bertahan sampai 7 thn. Warga di desa sade juga bermata pencaharian sebagai petani karena tanah didaerah itu pada musim kemarau mengalami kekeringan, untuk itu perkerjaan yang dilakukan oleh masyarakat desa sade pada musim kering adalah menenun ( songket) untuk para perempuan. Desa sade ini diperkirakan mulai muncul pada thn 1097 M. akan tetapi pada thn 1975 desa ini dibuka sebagai desa wisata sejarah dan didesa sade ini memiliki rumah tradisional sejumlah 150 rumah, dengan jumlah penduduk sekitar 750 orang. Warga disana masih merupakan 1 garis keturunan, karna masyarakatnya melakukan perkawinan antar saudara sepupu, karena orang disana tidak menginginkan saudara sepupu mereka nikah diluar desa lain. Bukan hanya itu saja keunikan didesa sade ini, desa sade ini juga memiliki system kawin lari / culik dan diharuskan bagi perempuan didesa sade harus bias menenun baru dibolehkan menikah agar bias membantu suami menambah penghasilan. Jadi buat kalian semua yang ingin lebih tau keunikan-keunikan apa saja yang ada didesa sade kalian dapat mengunjungi desa wisatawan tersebut. Didesa sade ini juga memiliki keunikan pada saat panen, yang dimana hasil panen disimpan pada tempat yang khusus bernama (LUMBUNG) hasil panen ini juga cukup bias dimakan oleh 5-7 keluarga.
Yang lebih uniknya lagi mereka disana masih menyimpan naskah-naskah kuno yang menurut mereka adalah peninggalan nenek moyang mereka yang masih dipercayai bersifat sakral.  Menurut warga disana naskah kuno mulai muncul pada saat adanya orang sasak dan mulai digunakan pada thn 1079 M dan tetap diigunakan sampai sekarang padasaat acara-acara sakral tertentu. Ada 4 macam naskah kuno yang akan sy jelaskan:
Naskah kuno rengganis


Naskah kuno rengganis ini menceritakan tentang kisah seorang putri yang bernama rengganis yang sangat cantik & mulia. Putri rengganis ini berasal dari kerajaan yang yang ada didesa bonder, untuk itu banyak pangeran yang berasal dari kerajaan batujai & kerajaan pejanggik yang ingin menjadikannya seorang putri. Tapi dia tidak mau melihat salah satu diantara pangeran tersebut sakit hati untuk itu putri rengganis memilih untuk tidak dinikahi oleh salah satu diantara pangeran tersebut. Naskah kuno rengganis biasanya di baca pada saat acara  ngurisan, dan syukuran atas kelahiran bayi perempuan.




Naskah puspe karme

Naskah puspe karme ini adalah induk dari semua naskah karna naskah puspe karme menjelaskan adat istiadat, kebudayaan, dan tradisi yang ada di adat sasak khususnya di desa sade. Naskah puspe karme ini adalah naskah yang paling besar adatnya.
Naskah mas kumambang

Naskah ini berisi tentang puisi seseorang laki-laki kepada seseorang perempuan yang dia cintai khususnya untuk mengungkapkan rasa cintanya melalui syair-syair yang akan di bacakan untu perempuan. Naskah ini biasanya dibacakan saat acara perkawinan, kelahiran khusus  anak laki-laki.

Naskah jatis ware

Naskah ini bercerita tentang seorang laki-laki yang mempunyai fatwah-fatwah tersendiri tentang isi atau dari adat budaya yang terdapat pada naskah-naskah yang lain.


Komentar

Posting Komentar