Keunikan Naskah Kuno Lembang Kare
WELCOME BACK TO MY JOURNEY: KEUNIKAN NASKAH KUNO LEMBANG KARE
Sabtu, 9 November 2019
Buat kalian yang ingin mengetahui apa yang akan saya bahas di blok kali ini, jangan lupa dibaca sampai selesai. Di blok ini sy akan menceritakan pengalaman yang pada hari sabtu kemarin saat melakukan observasi / penelitian mengenai sejarah atau keunikan yang ada pada naskah kuno Lembang Kare. Pada hari sabtu kemarin saya pergi bersama teman-teman yang dimana terdiri dari 6 orang, perjalanan dilakukan sekitar 2 jam mataram sampai ketempat tujuan yaitu Desa Ameng Angker, Jl. Sengkol-mujur, teruai,pujut,kabupaten Lombok Tengah. Sedikit ulasan tentang naskah kuno Lembang Kare ini, dimana terdiri dari 2 tembang yang terdapat dalam satu naskah yaitu, tembang sinom dan tembang asmarandana. Tembang sinom itu identik dengan petuah atau wejangan dan nasehat, sedangkan tembang asmarandana itu sangat kental dengan situasi keceriaan,kegembiraan, dan percintaan. Adapun ‘’tradisi nyeput’’ yang akan kita lakukan untuk mengkaji naskah kuno Lembang Kare.
Ritual atau persiapan yang akan kita gunakan sebelum dibukanya acara nyeput tersebut adalah mempersiapkan sesajen/sajian berupa kelingkur beserta isinya, daun sirih, buah pinang, kapur sirih, benang, telur, beras, biji kelingkur beserta uang seikhlasnya. Yang menjadi pemaos atau pembaca naskah dilakukan oleh Bapak Mujahidunnafis,S.Pd SD sekaligus berperan sebagai Praktisi Budaya/seniman, dan pujangganya dilakukan oleh Bapak H. Najamudin, sebagai penerjemah makna dilakukan oleh Bapak Parnamustawa.
Seput sendiri dapat diartikan sebagai melihat garis tangan atau hakekatnya adalah untuk memperkuat keyakinan pada diri kita dari apa yang kita niatkan ataupun nazarkan. Misalnya kita menghajatkan sesuatu tentang kuliah,tentang masa depan, tentang jodoh dan sebagainya tergantung niat kita. Nah kenapa kita melalui ‘’seput’’ untuk memastikan kehendak mahakuasa untuk memperkuat keyakinan nah dilakukan lah ritual ‘’seput’’. Setelah melakukan ritual seput ini insya’allah apa yang kita hajatkan akan berpadu dengan niat kita, dan biasanya ‘’ritual seput’’ juga dapat digunakan untuk orang yang sedang sakit, misalnya keluarga yang sakit ini dibawa kerumah sakit, tetapi dirumah sakit
dikasihtau tidak punya penyakit dan sakitnya tidak sembuh-sembuh, apakah dia akan bertahan lama atau malah sebaliknya, nah kita dapat mencari menggunkan ‘’ritual seput’’. Kira-kira kalau dia akan meninggal akan dikasih tau juga lewat garis tangan atau "seput". Sebelum melakukan ‘’ritual seput’’ kita disuruh satu persatu untuk membaca surah al-iqlas 3 kali dan mengambil lembaran daun lontar yang ada pada naskah kuno lembang kare, talinya dipegang munggunakan tangan kiri dan lembaran daun lontarnya dipegang menggunakan tangan kanan. Naskahnya sendiri akan dijejerkan oleh pemandu Bapak mujahiddunafis. Selama dilakukannya acara nyeput kita disuruh untuk mengeluarkan sholawatnya berupa uang seiklasnya. ‘’ritual seput’’ juga sering dibilang ritual yang sakral, karena kita melakukan persiapan-persiapan sebelum melakukan/sebelum dibukanya acara ‘’seput’’.
Saat melakukan ‘’seput’’ saya sendiri mendapatkan tembang sinom, yang dimana diartikan sebagai segala rintangan akan hilang dan segala rintangan tersebut bisa dilewati, jika diniatkan kejodoh maka saingan kita akan pergi menjauh tidak ada yang akan tersisa satupun. Semua orang akan memberikan restu terhadap hubungan yang kita jalani.
Sebagai penutup dalam acara ‘’seput’’ tersebut dilakukan lah ritual "nyembeq" hakikatnya untuk memperkuat keyakinan pada diri kita dari apa yang kita niatkan ataupun nazarkan. Karena, hakikatnya segala kesembuhan dari segala penyakit dan sumber dari penyakit adalah dari diri kita sendiri
Dapat saya simpulkan bahwa hasil dari ‘’nyeput’’ tersebut adalah salah satu jalan diberikannya petujuk oleh allah agar menjadi seseorang yang tetap sabar dalam menerima segala rintangan, karena disetiap rintangan yang kita hadapi akan ada kemudahan yang akan kita nikmati. Tetap berpikir positif untuk menuju masa depan yang lebih baik. Jadikan segala rintangan tersebut menjadi motivasi menuju niat yang lebih baik.
Sabtu, 9 November 2019
Buat kalian yang ingin mengetahui apa yang akan saya bahas di blok kali ini, jangan lupa dibaca sampai selesai. Di blok ini sy akan menceritakan pengalaman yang pada hari sabtu kemarin saat melakukan observasi / penelitian mengenai sejarah atau keunikan yang ada pada naskah kuno Lembang Kare. Pada hari sabtu kemarin saya pergi bersama teman-teman yang dimana terdiri dari 6 orang, perjalanan dilakukan sekitar 2 jam mataram sampai ketempat tujuan yaitu Desa Ameng Angker, Jl. Sengkol-mujur, teruai,pujut,kabupaten Lombok Tengah. Sedikit ulasan tentang naskah kuno Lembang Kare ini, dimana terdiri dari 2 tembang yang terdapat dalam satu naskah yaitu, tembang sinom dan tembang asmarandana. Tembang sinom itu identik dengan petuah atau wejangan dan nasehat, sedangkan tembang asmarandana itu sangat kental dengan situasi keceriaan,kegembiraan, dan percintaan. Adapun ‘’tradisi nyeput’’ yang akan kita lakukan untuk mengkaji naskah kuno Lembang Kare.
Ritual atau persiapan yang akan kita gunakan sebelum dibukanya acara nyeput tersebut adalah mempersiapkan sesajen/sajian berupa kelingkur beserta isinya, daun sirih, buah pinang, kapur sirih, benang, telur, beras, biji kelingkur beserta uang seikhlasnya. Yang menjadi pemaos atau pembaca naskah dilakukan oleh Bapak Mujahidunnafis,S.Pd SD sekaligus berperan sebagai Praktisi Budaya/seniman, dan pujangganya dilakukan oleh Bapak H. Najamudin, sebagai penerjemah makna dilakukan oleh Bapak Parnamustawa.
Seput sendiri dapat diartikan sebagai melihat garis tangan atau hakekatnya adalah untuk memperkuat keyakinan pada diri kita dari apa yang kita niatkan ataupun nazarkan. Misalnya kita menghajatkan sesuatu tentang kuliah,tentang masa depan, tentang jodoh dan sebagainya tergantung niat kita. Nah kenapa kita melalui ‘’seput’’ untuk memastikan kehendak mahakuasa untuk memperkuat keyakinan nah dilakukan lah ritual ‘’seput’’. Setelah melakukan ritual seput ini insya’allah apa yang kita hajatkan akan berpadu dengan niat kita, dan biasanya ‘’ritual seput’’ juga dapat digunakan untuk orang yang sedang sakit, misalnya keluarga yang sakit ini dibawa kerumah sakit, tetapi dirumah sakit
dikasihtau tidak punya penyakit dan sakitnya tidak sembuh-sembuh, apakah dia akan bertahan lama atau malah sebaliknya, nah kita dapat mencari menggunkan ‘’ritual seput’’. Kira-kira kalau dia akan meninggal akan dikasih tau juga lewat garis tangan atau "seput". Sebelum melakukan ‘’ritual seput’’ kita disuruh satu persatu untuk membaca surah al-iqlas 3 kali dan mengambil lembaran daun lontar yang ada pada naskah kuno lembang kare, talinya dipegang munggunakan tangan kiri dan lembaran daun lontarnya dipegang menggunakan tangan kanan. Naskahnya sendiri akan dijejerkan oleh pemandu Bapak mujahiddunafis. Selama dilakukannya acara nyeput kita disuruh untuk mengeluarkan sholawatnya berupa uang seiklasnya. ‘’ritual seput’’ juga sering dibilang ritual yang sakral, karena kita melakukan persiapan-persiapan sebelum melakukan/sebelum dibukanya acara ‘’seput’’.
Saat melakukan ‘’seput’’ saya sendiri mendapatkan tembang sinom, yang dimana diartikan sebagai segala rintangan akan hilang dan segala rintangan tersebut bisa dilewati, jika diniatkan kejodoh maka saingan kita akan pergi menjauh tidak ada yang akan tersisa satupun. Semua orang akan memberikan restu terhadap hubungan yang kita jalani.
Sebagai penutup dalam acara ‘’seput’’ tersebut dilakukan lah ritual "nyembeq" hakikatnya untuk memperkuat keyakinan pada diri kita dari apa yang kita niatkan ataupun nazarkan. Karena, hakikatnya segala kesembuhan dari segala penyakit dan sumber dari penyakit adalah dari diri kita sendiri
Dapat saya simpulkan bahwa hasil dari ‘’nyeput’’ tersebut adalah salah satu jalan diberikannya petujuk oleh allah agar menjadi seseorang yang tetap sabar dalam menerima segala rintangan, karena disetiap rintangan yang kita hadapi akan ada kemudahan yang akan kita nikmati. Tetap berpikir positif untuk menuju masa depan yang lebih baik. Jadikan segala rintangan tersebut menjadi motivasi menuju niat yang lebih baik.




MasyaAllah ukhty
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusWowww sangat bermanfaat artikelnya ❤
BalasHapusSangat menarik & bermanfaat👍
BalasHapusUnik dan sangat menarik 😊👍
BalasHapussaya baru dgr pembahasan detailnya tentang seput ini,menarik untuk dibaca.
BalasHapusSangat bermanfaat artikelnya moga ada lagi artikelnya.
BalasHapusTema sama bahasannya kok kontradiktif ya?
BalasHapusSangat menarik dan bermanfaat sekali😊
BalasHapusSangat menarik dan bermanfaat sekali😊
BalasHapuswahhh nambah lagi ilmu saya baca postingan ini, terimakasih sudah di post :)
BalasHapusTulisannya keren kak alhamdulillah wawasan nambah
BalasHapus